Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna <p><span style="font-family: helvetica; font-size: small;"><span style="font-family: helvetica; font-size: medium;"><a style="text-decoration: NONE;" href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1518327984&amp;1&amp;&amp;">Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam dan Kajian Keislaman</a></span></span>, This journal was published by the STIT Raden Santri Gresik Islamic Education Study Program (PAI) twice a year in April and September with the concentration of Islamic Education and Islamic Studies. This journal contains internal papers from the campus as well as external papers from other universities.</p> en-US jurnaltadrisuna@gmail.com (Ida Rochmawati) gank_settelz@yahoo.co.id (Rujhan Cahyandaru) Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.1.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 STRATEGI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN KONFLIK ANTARA ORANGTUA DAN GURU DI MADRASAH http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/16 <p>Tulisan ini berupaya menawarkan pemikiran solutif untuk mencegah dan menyelesaikan salah satu persoalan pendidikan yang akhir-akhir ini sering terjadi, yaitu persoalan konflik antar orangtua dan guru. Persoalan tersebut penting untuk diselesaikan bahkan seharusnya dapat dicegah agar tidak perlu terjadi, apalagi sampai mengemuka di masyarakat, karena tidak saja akan mencoreng wajah pendidikan tetapi juga menjadi pelajaran buruk bagi generasi muda yang seharusnya dididik untuk lebih beretika kepada guru, berkarakter sopan santun terhadap ilmuwan dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Melalui kajian yang dilakukan terhadap fenomena konflik yang terjadi antara orangtua dan siswa dengan guru serta dengan cara membaca artikel-artikel yang terkait dengan fenomena konflik tersebut secara kritis, maka persoalan konflik dapat diindentifikasi dan diberikan solusinya berdasarkan sudut pandang teori konflik yang terdapat dalam beberapa litelatur yang memuat teori-teori konflik yang relevan. Adapun solusi alternative yang dimaksud adalah: 1) Menetapkan standart proses pendidikan dan penanganan permasalahan siswa, kemudian mensosialisasikannya dan membuat kontrak pendidikan yang disepakati oleh orangtua dan peserta didik; 2) segera menyadari jika benih konflik muncul; 3) Menunjuk mediator untuk Menyelesaikan konflik; 4) Mengimplementasikan Pendidikan Afeksi dalam program Pembelajaran; 5) Implementasikan Kosep Cinta dalam Interaksi Guru dan Siswa.</p> Syaikhu Rozi ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/16 Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000 Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Scramble Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI SMA Al Hikmah http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/18 <p>Dalam proses pembelajaran, penggunaan model pembelajaran dapat membantu tingkat pemahaman siswa, terutama dalam memahami konsep sehingga siswa menjadi lebih jelas dalam memahami materi pembelajaran. Penggunaan model pembelajaran scramble, sebagai gagasan atau ide penelitian merupakan salah satu sarana pendukung dalam proses pembelajaran yang diterapkan pada SMA Al Hikmah Muncar, karena model pembelajaran tipe scramble dapat meningkatan hasil belajar siswa. Dalam pembelajaran ini semua siswa terlibat dalam kerja sama pembelajaran, kegiatan tersebut dapat mendorong pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.</p> <p>Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional yang berupa studi pengaruh. Teknik penentuan sampel menggunakan populasi sampling, yaitu seluruh siswa kelas XI SMA Al Hikmah Muncar menjadi sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan metode angket dan nilai ulangan harian siswa, kemudian data dianalisis menggunakan rumus korelasi product moment.</p> <p>Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan nilai r hitung sebesar 0,741, nilai tersebut berada pada interval nilai 0,61-0,80 pada table derajat hubungan yang berarti termasuk dalam kategori tinggi atau kuat. Hasil ini menunjukkan bahwa: ada pengaruh kuat model pembelajaran kooperatif tipe scramble terhadap hasil belajar siswa kelas XI SMA Al Hikmah Muncar pada bab Al Quran sebagai pedoman hidup mata pelajaran PAI tahun ajaran 2018/2019.</p> Subandriyo Subandriyo, Riza Faishol ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/18 Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000 Pendidikan Etika Perspektif Al Qur’an Telaah Kritis Konsep Pendidikan Etika dalam Surat Al Isra’ ayat 23 -24 http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/17 <p>Pendidikan memegang peranan penting dalam menentukan moral bangsa, maka tidak dapat disalahkan apabila pendidikan yang gagal merupakan penyebab terjadinya dekadensi moral. Dalam Islam prioritas perilaku maupun akhlak sangat penting, oleh karena itu Allah SWT memberi kelebihan dalam menciptakan manusia dari pada makhluk lain harapannya agar manusia memiliki akhlak yang sempurna. Kajian ini merupakan penelitian pustaka <em>(library research)</em>. Metode pengumpulan data adalah dokumentasi, dengan mencari data tentang konsep pendidikan etika bagi anak dan orang tua dalam surat Al Isra’ ayat 23–24. Analisis data menggunakan metode deskriptif analitik, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan 1) etika seorang anak kepada kedua orang tua tidak hanya mereka masih hidup akan tetapi juga sesudah meninggal dunia dengan cara mendo’akan serta memohonkan ampun atas dosa-dosa kedua orang tua. Anak harus selalu berbuat baik kepada orang tua (<em>birrul walidain), </em>tidak boleh berkata kasar, membentak, hormat, lemah lembut dan merendahkan suara dihadapan orang tua. 2) Pendidikan etika bagi orang tua merupakan peranan serta tanggung jawab kedua orang tua terhadap anak baik sebagai pemelihara, pelindung maupun pendidik serta sebagai peletak dasar pendidikan.</p> Noer Rohmah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/17 Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000 Integrasi Sains dan Agama di Perguruan Tinggi Sebagai Upaya Mengikis dikotomi Ilmu http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/19 <p>The integration of science at university has continued to roll in both public and religious colleges. It does not mean that this concept of integration unite the two sciences, namely religion and general science become a unity and this is not possible, because the two sciences have different nature. The concept of integration here means an academic climate at the university or college that has not been found in the dichotomy of science, in the sense that public higher education was initially limited to general studies of both natural science, social science and humanities. Public universities are now also opening study programs related with studies Islamic sciences such as, Islamic Economics study programs at Airlangga University Surabaya and Brawijaya University Malang, Islamic Banking and Finance at the Bandung Institute of Technology, Islamic Education at the Indonesian Education University in Bandung and others. Likewise Islamic religious universities such as the IAIN which initially only focused on religious studies only with religious faculties such as Tarbiyah, Da'wah, Ushuluddin, Shari'ah and Adab, in the early 21st century IAIN fused and changed into a State Islamic University by opening Faculty and general study programs such as science, engineering, economics and health. With the above portraits, so at universities in Indonesia there has now been an integration of knowledge and automatically the dichotomy of science is no longer visible</p> Istikomah Istikomah ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/19 Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000 KRITIK NALAR ATAS KEKERASAN KEAGAMAAN: PERGESERAN PARADIGMA TEOSENTRIS KE ANTROPROSENTRIS http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/20 <p>The phenomenon of violence in the name of religion is often used by political power interests. Relations between religion and the state became an affair throughout the period so that the occurrence of acts of violence both violence and physical violence. Thinking violence occurs because the results of their scientific discourse are so minimal that they feel right themselves and others are blamed for the emergence of labeling kurafat, thagut and bid'ah-syirik. While physical violence occurs because of negative labeling for opponents of different ideologies so they dare to bomb suicide, bomb religious places of worship and other forms of violence. Both are inseparable from the reality that surrounds it, if someone uses the tools of extreme thinking and rigidity then the results and actions are extreme and rigid, on the contrary if someone uses soft and polite thinking tools, the results and actions will be gentle and polite in religion. Evidenced in the history of classical Islamic civilization, jihad and war are used for acts of violence that are different from the flow and class as in the case of the friends and the Umayyads and Abbasids were healed from both theologians, philosophers and jurists until the development of contemporary century. So this reasoning, using reasoning according to Muhammad Abid al-Jabiri is forming reasoning and formed with a historical, structuralist and ideological approach. The criticism of the theocentric Islamic paradigm of reasoning to anthropocentric Islamic reasoning The author offers a vision of religious humanism and nationalism to safeguard the Pancasila ideology as a state ideology and practice the values ​​of the nation's peace and the State of the Republic of Indonesia</p> Tauhedi As’ad ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/20 Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI PEMIKIRAN MUHAMMADIYAH DARI ISLAM MODERNIS KE ISLAM KONSERVATIF PERIODE 1995 – 2015 (PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENGETAHUAN KARL MANNHEIM) http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/21 <p>Fenomena muktamar Muhammadiyah yang diadakan lima tahun sekali, menjadi media bagi para sarjana muslim untuk mengamati dinamika perkembangan pemikiran Muhammadiyah. Lewat muktamar tersebut, terdapat beberapa indikator yang dapat digunakan untuk merefleksikan dinamika pemikiran Muhammadiyah dari waktu ke waktu. Melalui muktamar ke−43 (1995) hingga muktamar ke−45 (2015), terdapat indikasi adanya transformasi pemikiran pada Muhammadiyah. Fokus tulisan ini ingin mengkaji pergeseran pemikiran Muhammadiyah tersebut melalui peristiwa–peristiwa yang terjadi di Muktamar tersebut. Adapun masalah yang hendak dijawab apa saja dinamika pemikiran yang dialami dan faktor−faktor apa saja yang mendorong lahirnya perubahan pemikiran pada kurun 20 tahun tersebut. Adapun teori yang digunakan adalah Teori Sosiologi Pengetahuan Karl Mannheim. Sedangkan metode penyusunan tulisan ini menggunakan metode <em>library research</em>. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran Muhammadiyah pada muktamar ke−43 (1995), memiliki pemikiran modernis dengan indikasi lahirnya nama baru majelis tarjih dan pengembangan pemikiran Islam, kemudian pada muktamar ke−44 (2000), Islam modernis Muhammadiyah semakin berkibar, dengan indikasi lahirnya PSAP, Institut Ma’arif, dan JIMM. Tetapi pada tahun 2005, terjadi transformasi pemikiran, Muhammadiyah cenderung menjadi konservatif, dengan indikator tersingkirnya figur−figur pemimpin modernis dari bursa pemilihan kepemimpinan Muhammadiyah. <em>Kedua</em>, majelis tarjih dan pengembangan pemikiran Islam berubah menjadi majelis tarjih dan tajdid (kembali seperti namanya semula), <em>ketiga</em>, kepemimpinan perempuan tidak ada karena dilarang,&nbsp; <em>keempat</em>, lewat peran Dien Syamsudin di MUI, Muhammadiyah mendukung fatwa haram atas Sekularisme, Pluralisme, dan Liberalisme, termasuk menganggap JIL adalah organisasi sesat, implikasi lebih lanjut dibubarkannya JIMM. <em>kelima</em>, memecat anggota−anggotanya yang berseberangan dengan kebijakan organisasi di atas, seperti Dawam Raharjo dan Mohammad Shofan. Adapun faktor pergeseran pemikiran ini dari sudut pandang sosiologi pengetahuan, karena dilatarbelakangi usaha untuk mengerem sisi liberalime/modernisme Muhammadiyah yang dianggap terlalu berlebihan, dan faktor eksternal, karena adanya penyusupan&nbsp; gerakan Islam transnasional, yang mengusung wacana Islam Konservatif di dalam tubuh Muhammadiyah ini</p> Indrawati Indrawati ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 http://ejournal.stitradensantri.ac.id/index.php/tadrisuna/article/view/21 Fri, 19 Jul 2019 00:00:00 +0000