Implikasi Tindak Pidana Pelaku Bughat terhadap Keberlanjutan Kehidupan Bermasyarakat

Authors

  • Zahrina Amelya Institut Agama Islam Negeri Madura Madura
  • Mad Sa’i Institut Agama Islam Negeri Madura Madura

DOI:

https://doi.org/10.67114/tadrisuna.v7i2.151

Keywords:

Bughat, tindak pidana, fiqih jinayah, masyarakat

Abstract

Bughat merupakan tindakan perlawanan terhadap pemerintahan yang sah, dan hal ini bisa berdampak besar, tidak hanya pada stabilitas negara tetapi juga pada kehidupan sosial masyarakat. Dalam hukum pidana Islam, bughat dianggap sebagai kejahatan serius yang harus ditangani secara khusus. Oleh karena itu, tujuan kajian ini membahas dampak bughat terlihat dalam kehidupan masyarakat, baik dari sisi hukum Islam maupun kondisi sosial yang terjadi akibat konflik bersenjata. Metode penyelesaiannya menggunakan studi pustaka terhadap literatur klasik dan kontemporer, ditemukan bahwa bughat bisa menyebabkan kerugian fisik, kerusakan sosial, ketegangan antarwarga, hingga trauma yang dialami bersama. Penanganannya perlu memperhatikan kondisi sosial masyarakat secara luas, sehingga menghasilkan penelitian yang berbasis pemahaman implikasi bughat. Tidak hanya itu, hasil lainnya menyebutkan bahwa tindakan bughat bisa mengguncang tatanan sosial dan membawa masyarakat dalam ketidakpastian. penyelesaiannya pun tidak langsung keras, melainkan melalui proses yang adil dan berjenjang. Hal itu nantinya menjadi pekerjaan besar jika banyak ditemukan masyarakat yang mempunyai inisiatif konsep tersebut. Kehidupan juga tidak akan menemukan stabilitas yang baik jika perlawanan selalu hadir di setiap lapisan masyarakat.

References

Abu Murad, M. S., & Alshyab, N. (2019). Political instability and its impact on economic growth: The case of Jordan. International Journal of Development Issues, 18(3), 366–

https://doi.org/10.1108/IJDI-02-2019-0036

Alamsyah, R. (2022). Unsur-Unsur Serta Hukum Tentang Pemberontakan Dalam Pandangan Islam. Ensiklopedia of Journal, 4(4), 228–234. https://doi.org/10.33559/eoj.v4i4.1159

Albab, M. U., Andayani, R. S., & Thobroni, A. Y. (2025). The Limitations of Bad Prejudice in Social Relations: A Comparison of the Interpretation of Quraish Shihab and al-

Thabathaba’i in QS. al-Hujurat:12. FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman, 16(01), 68–80. https://doi.org/10.62097/falasifa.v16i01.2178

Atsani, L. G. M. Z., & Nasri, U. (2021). Declaration Of Understanding Radicalism To Islam (Critical Analysis of Islamic Religious Educational Materials in Response to Allegations of Understanding Radicalism to Muslims). Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 4(3), 401–415.

https://doi.org/10.37329/kamaya.v4i3.1411

Codjo, J. (2021). Confronting Rebellion in Weak States: Government Response to Military Mutiny in Benin. African Studies Review, 64(2), 363–389. https://doi.org/10.1017/asr.2020.60

Dalimunthe, A. P. (2024). Tafsir of Surah Al-Hujurat Verses 9-10 on Bughat (Rebellion). Al- Qanun: Jurnal Kajian Sosial dan Hukum Islam, 5(1), 33. https://doi.org/10.58836/al- qanun.v5i1.21487

Fawaid, A., Basid, Abd., & Ardiansyah, Moh. A. (2023). Mendamaikan Bughat di Indonesia: Kajian Atas QS. Al-Hujurat [49]: 9 dalam Tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia. Al-Misykah: Jurnal Studi Al-qur’an dan Tafsir, 4(2), 20–42. https://doi.org/10.19109/almisykah.v4i2.20212

Harissalam, H. (2021). Perspective of Imam Madzhab on Bughat Elements. JCIC : Jurnal CIC Lembaga Riset dan Konsultan Sosial, 2(1), 29–34. https://doi.org/10.51486/jbo.v2i1.36

Kudratov, N. (2023). Rebellion (riot) as a crime against the state in Islamic Criminal Law: History and modern. Gosudarstvo i Pravo, 5, 158. https://doi.org/10.31857/S102694520014331-5

López-Cavada, C., Jódar, R., Timulak, L., & Corbella, S. (2025). Emotion-focused treatment for self-criticism in a nonclinical population: A randomized controlled trial. Journal of Counseling Psychology, 72(1), 56–68. https://doi.org/10.1037/cou0000768

Munib, M., Patrajaya, R., Ihsan, R. N., & Amin, M. (2022). Conservation Environmental Sustainability in The Perspective of Islamic Legal Philosophy. Samarah: Jurnal Hukum Keluarga dan Hukum Islam, 6(2), 556. https://doi.org/10.22373/sjhk.v6i2.12411

Pearlman, W. (2013). Emotions and the Microfoundations of the Arab Uprisings. Perspectives on Politics, 11(2), 387–409. https://doi.org/10.1017/S1537592713001072

Reidy, C. M., Taylor, L. K., Merrilees, C. E., Ajduković, D., Čorkalo Biruški, D., & Cummings,

E. M. (2015). The political socialization of youth in a post-conflict community.

International Journal of Intercultural Relations, 45, 11–23. https://doi.org/10.1016/j.ijintrel.2014.12.005

Saideman, S. (2007). Inside Rebellion: The Politics of Insurgent Violence. Canadian Journal of Political Science/Revue Canadienne de Science Politique, 40(04). https://doi.org/10.1017/S0008423907071454

Santuraki, S. U. (2018). The Legal Framework On Rebellion And Insurgency In Islamic Law And Customary International Law: A Review. Malaysian Journal of Syariah and Law, 6(2), 11–23. https://doi.org/10.33102/mjsl.vol6no2.140

Scupin, R. (1991). Muslim Separatism: The Moros of Southern Philippines and the Malays of Southern Thailand. By W. K. Che Man. Singapore: Oxford University Press, 1990. xviii, 240 pp. $29.95. The Journal of Asian Studies, 50(2), 450–452. https://doi.org/10.2307/2057272

Tezcür, G. M. (2016). Ordinary People, Extraordinary Risks: Participation in an Ethnic Rebellion. American Political Science Review, 110(2), 247–264. https://doi.org/10.1017/S0003055416000150

Walikhsan, A., Simamora, N. A., & Akhyar, S. (2024). Bughat dalam Perspektif Al-Qur’an: Studi Komparasi Tafsir Al-Azhar Karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Misbah Karya Quraish Shihab. TSAQOFAH, 4(1), 936–962. https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v4i1.2635

Downloads

Published

2024-09-16

How to Cite

Amelya, Z., & Sa’i, M. (2024). Implikasi Tindak Pidana Pelaku Bughat terhadap Keberlanjutan Kehidupan Bermasyarakat. Tadrisuna : Jurnal Pendidikan Islam Dan Kajian Keislaman, 7(2), 122–131. https://doi.org/10.67114/tadrisuna.v7i2.151

Issue

Section

Articles